Apa Saja Benda di Kantor Yang Banyak Kumannya?

Tempat umum cenderung terdapat banyak kuman, kantor salah satunya. Dari sekian banyak orang yang lalu lalang di kantor, mereka bisa jadi membawa kuman, bakteri atau virus yang bisa menyebabkan penyakit. Benda yang paling banyak kumannya adalah benda yang paling sering dilalui atau disentuh oleh orang.

Untuk itu kamu harus mengenali benda apa saja sih yang terdapat banyak kuman di kantormu?

  1. Tombol lift

Kantor yang berada di gedung tinggi pasti memiliki lift. Nah coba deh kamu bayangkan berapa banyak orang yang menyentuh tombol lift setiap harinya. Nah di sini ada banyak sekali kuman dari berbagai penjuru tempat berkumpul.

  1. Keyboard

Meskipun keyboard tidak dipakai bersama-sama, namun keyboard bisa jadi sarang bakteri. Umumnya kamu jarang membersihkan keyboard, padahal tiap hari selalu digunakan. Untuk itu cobalah rutin membersihkan keyboard untuk menjauhkan kuman masuk ke tubuh.

  1. Gagang pintu

Jangan dianggap remeh gagang pintu, karena gagang pintu merupakan salah satu sumber kontaminasi kuman. Apa lagi gagang pintu yang terbuat dari metal yang tidak bisa dicat, bisa jadi tempat hidup dari kuman.

  1. Telepon

Telepon sebagai benda yang digunakan banyak orang juga merupakan sumber kuman dan penyakit. Setiap kamu memegang telepon, kuman otomatis ikut pindah ke tanganmu, dari orang sebelumnya. Wah, kamu harus waspada ya.

  1. Gelas

Di gelas juga terdapat banyak kuman. Untuk itu kamu bisa mewaspadai dengan sering mencuci gelas dengan sabun. Atau paling tidak kamu bisa membawa tumbler sendiri agar tidak digunakan oleh orang lain.

  1. Bean bag

Kantor-kantor jaman sekarang memiliki bean bag untuk bersantai. Namun, di sini juga ternyata banyak sekali terdapat kuman jahat.

Wah banyak ya ternyata benda di kantor yang mengandung banyak kuman. Untuk itu kamu perlu mewaspadai kuman jangan sampai masuk melalui mulut dan jatuh sakit. Antisipasi dengan Antis Lucky Charm dengan penggunaan berkala di kantor. Tanganmu akan tetap higienis dan terbebas dari risiko kuman.

Email Print