Apakah Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara?
virus corona

Virus corona sudah menyebar ke berbagai negara dan setiap hari semakin bertambah korban yang terjangkit virus tersebut. Per 29 Februari 2020, tercatat total kasus yang terkonfirmasi adalah 84.125 kasus dan menyebabkan kematian sebanyak 2.868 pasien.

Penyebaran virus yang cepat hingga menyeluruh ke berbagai negara menjadi pertanyaan dan studi kasus yang perlu dipecahkan oleh para ahli terkait penyebaran virus tersebut.

Hingga saat ini, sejumlah ahli sepakat bahwa penyebaran virus corona ditularkan dari manusia ke manusia saat penderita batuk atau bersin. Kemudian, muncul beberapa studi kasus dan penelitian lain tentang dugaan penyebaran corona virus bisa menyebar lewat medium lain, salah satunya melalui udara.

Seperti yang sedang ramai diperbincangkan terkait statement salah satu pejabat China yang menyatakan bahwa virus corona termasuk penyakit yang dapat menyebar melalui aerosol atau udara. Benarkah demikian? Simak uraian berikut.

Virus Corona dapat Menyebar Melalui Udara, Benarkah?

Berbagai penelitian, studi kasus, dan spekulasi kini mulai bermunculan terkait dugaan penyebaran virus corona. Misal, studi yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine menyebut feses atau kotoran pasien yang terjangkit virus corona dapat menjadi media penyebaran virus.

Baru-baru ini, juga ramai tentang spekulasi virus corona dapat terjadi melalui udara sebagaimana yang disebut oleh pejabat Shanghai, China. Menurutnya, corona virus bisa menyebar dengan cara transmisi aerosol yang artinya virus ini bisa melayang-layang di udara pada kurun waktu yang lama, seperti jenis virus SARS dan MERS, dan dapat terinfeksi apabila terhirup oleh manusia. Dugaan tersebut langsung dibantah oleh ahli kesehatan.

Menurut seorang ilmuwan, penyakit menular di China belum ditemukan bukti virus tersebut dapat menginfeksi manusia dengan cara transmisi aerosol. Fakta yang sudah dipastikan kebenarannya adalah virus corona bisa memulai dengan cara kontak langsung baik melalui cairan tubuh, darah maupun sekret atau droplet dari air liur yang ada di mulut pasien yang terjangkit.

Lebih lanjut didukung oleh penjelasan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman tentang penyebaran virus corona. Ia menjelaskan bahwa virus corona tidak terbang melayang-layang di udara layaknya virus SARS atau MERS, namun ditularkan melalui cairan dari saluran pernapasan.

Dia mencontohkan misal air liur atau lendir yang berukuran besar dari seorang pasien yang terinfeksi jatuh ke meja atau mengenai benda lain, maka jika ada orang lain yang menyentuh cairan tersebut memungkinkan terjadi infeksi virus corona. Bisa juga karena air liur yang disemburkan atau dikeluarkan ketika pasien bersin atau berbicara maka berpotensi menimbulkan infeksi corona virus.

Cara Penularan dan gejala yang tak mencolok dan cenderung biasa tersebut justru yang menyebabkan penyebarannya rentan meluas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah menyatakan darurat infeksi virus corona selanjutnya memberikan arahan agar masyarakat dunia memperhatikan kebersihan tangan dan mencegah kontak terlalu sering dengan wajah dan mulut atau saluran pernapasan, serta keamanan pangan. Masker juga disarankan untuk digunakan sebagai pencegahan penularan virus tersebut.

Sedangkan APIC (The Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology) dan CDC AS menyarankan menggunakan sabun antiseptik saat hendak mencuci tangan. Agar menghambat tumbuhnya organisme dan mengurangi sejumlah mikroba penyebab penyakit salah satunya infeksi virus corona.

Demikian penjelasan tentang penyebaran virus Covid-19 yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia. Meskipun dinyatakan tidak menyebar melalui udara, namun tidak ada salahnya jika kita selalu waspada dengan menggunakan masker saat berkunjung ke tempat umum.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan, sehingga kita semua bisa terhindar dari wabah yang menakutkan ini. Salah satunya untuk selalu rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau bisa juga dengan memakai hand sanitizer Antis yang terbukti ampuh membunuh kuman, bakteri dan virus.

 

Email Print