Bahaya Junk Food Bagi Millennial

Siapa yang baru tahu bahwa junk food dapat menyebabkan obesitas? Junk Food sendiri berarti makanan rendah-gizi, yang kurang sehat karena memiliki sedikit kandungan nutrisi. Banyak orang yang sering mengonsumsi junk food karena belum sadar tentang nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Junk food sendiri dianggap berbahaya karena memiliki kadar lemak dan garam yangtinggi karena biasanya sudah digoreng atau dipanaskan berkali-kali. Contoh junk food yang mungkin familiar bagi kamu adalah mie instan, hamburger, pizza, hot dog dan kentang goreng.

Nah untuk itu yuk bahas mengenai mengapa junk food berbahaya bagi kamu!

  1. Mengganggu system ingatan

KonsumsiĀ  junk food lebih dari lima hari akan berdampak buruk pada otak, kecepatan dan sensitivitasnya. Pola makan yang buruk ini bisa menyebabkan reaksi kimia yang berdampak pada otak, tentunya akan berkaitan dengan ingatan. Wah bahaya juga ya ternyata junk food ini.

  1. Tidak bisa mengontrol nafsu makan

Jika kamu terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh yang ditemukan dalam makanan olahan, dapat membuat otak sulit memproses seberapa besar rasa lapar. Di dalam junk food, sangat minim kandungan asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 yang sebenarnya sangat diperlukan oleh tubuh. Lemak jenuh ini juga akhirnya berpengaruh pada nafsu makan yang besar. Ini yang sebenarnya berpengaruh pada obesitas.

  1. Menyebabkan depresi

Kobsumsi makanan yang memiliki lemak dan gula tinggi akan mengubah akativitas kimia otak. Hal ini juga akan berakibat pada ketidakmampuan otak untuk mengatasi stress. Selain itu, konsumsi junk food akan menyebabkan tubuh kehilangan nutrisi penting seperti asam amino, padahal zat ini dapat mengurangi perasaan depresi.

  1. Tidak sabaran dan keinginan yang tak terkendali

Junk food ini dipenuhi dengan karbohidrat olahan, yang sebenarnya berpengaruh pada tingkat gula darah. Kandungan lemak danĀ  gula yang tinggi dalam junk food sebenarnya membuatmu makan terlalu cepat dan membuat makan berlebihan hanya untuk memuaskan hasrat.

  1. Gangguan pencernaan, ginjal dan hati

Junk food ini digoreng dan minyak dari makanan bisa terakumulasi di perut, sehingga dapat menyebabkan keasaman. Apalagi jika makanan ini cenderung pedas, lapisan perut bisa iritasi. Jumlah besar natrium dan lemak jahat pada keripik dan kentang goreng misalnya, bisa meningkatkan tekanan darah yang mempengaruhi fungsi ginjal. Hati pun bisa terpengaruh dengan adanya kadar lemak trans yang tinggi.

  1. Menyebabkan risiko kanker

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang memiliki gula dan lemak, dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Selain itu juga ada studi bahwa pria yang makan gorengan lebih dari dua kali dalam sebulan memiliki peningkatan risiko kanker prostat.

Setelah membaca enam poin di atas, apakah kamu masih mau sering-sering mengonsumsi junk food? Yuk share artikel ini ke teman-temanmu yang sering mengonsumsi junk food!

Email Print