Ini Alasan Kenapa Ada OTG (Orang Tanpa Gejala) Virus Corona
orang tanpa gejala corona

Antis Sejak masa pandemi virus corona, muncul berbagai istilah baru seperti PDP, ODP, dan OTG. Istilah ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pemantauan, pendataan, dan pengelompokkan orang-orang atau pasien terkait dengan penularan virus corona. PDP (Pasien Dalam Pengawasan) serta ODP (Orang Dalam Pemantauan) merupakan status yang diberikan kepada seseorang yang belum dinyatakan positif terjangkit virus corona. Lalu, apa itu OTG?

OTG menjadi istilah terbaru yang merujuk pada Orang Tanpa Gejala. Apa artinya? OTG merupakan status yang diberikan kepada seseorang yang sebenarnya telah positif terinfeksi virus COVID-19. Namun, tidak menunjukkan gejala sama sekali. Sehingga, tidak disadari bahwa orang tersebut membawa virus corona di dalam tubuhnya. Lantas, mengapa bisa ada orang yang positif corona namun tidak disertai gejala?

Alasan Mengapa Ada Orang Positif Virus Corona Tanpa Menunjukkan Gejala

Alasan utama mengapa ada seseorang yang positif virus corona namun tidak menunjukkan gejala adalah karena orang tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, maka perkembangan virus corona di dalam tubuhnya bisa ditekan. Sehingga, meski tubuhnya sudah terjangkit virus COVID-19, namun tidak berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Mereka tetap bisa beraktivitas seperti orang sehat pada umumnya.

Dengan sistem kekebalan tubuh yang baik itu pula, OTG bisa sembuh dari infeksi virus corona dengan sendirinya. Namun, ini tetap bukan kabar yang baik. Pasalnya, virus corona yang berkembangbiak pada tubuh OTG juga dapat menyebar ke orang-orang lain yang ada di sekitarnya. Caranya penyebarannya sama, yaitu melalui percikan air liur saat bersin, berbicara, maupun ketika batuk.

Lalu, siapa yang bisa menjadi OTG? Seseorang dengan status OTG, biasanya telah tertular dari orang-orang yang dinyatakan positif COVID-19. Jadi, bisa dikatakan bahwa Orang Tanpa Gejala adalah mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19 yang terkonfirmasi positif.

Kontak erat bisa mengacu pada terjadinya kontak fisik atau berada pada ruangan yang sama dengan radius 1 meter bersama PDP maupun pasien COVID-19 yang terkonfirmasi. Kontak erat yang dimaksud juga bisa berupa petugas medis yang merawat, memeriksa, atau membersihkan ruangan yang menjadi tempat perawatan pasien positif corona tanpa menggunakan alat pelindung diri yang sesuai standar.

Selain itu, kontak erat juga bisa menunjuk pada orang-orang yang berada pada satu ruangn yang sama dengan pasien psitif corona. Misalnya, kerabat atau keluarga pasien yang terkonfirmasi COVID-19. Jika sedang melakukan perjalana menggunakan kendaraan umum seperti mudik ke kampong halaman, kemudian ada penumpang yang dinyatakan positif COVID-19. Maka, para penumpang lainnya juga masuk dalam kategori kontak erat.

Untuk memastikan bahwa OTG benar-benar terinfesksi virus corona atau tidak, maka mereka harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Test Swab dan tes PCR wajib dilakukan agar kebenaran kondisi kesehatannya bisa dikonfirmasi. Mengisolasi diri selama minimal 14 hari setelah kontak erat juga penting dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Perlu diketahui bahwa Orang Tanpa Gejala justru memiliki risiko tinggi untuk menularkan virus COVID-19 dalam tubuhnya kepada orang lain. Hal ini karena mereka tidak merasakan gejala apa-apa, sehingga dianggap sehat dan lebih leluasa untuk berinteraksi dengan orang lain. Nah, hal inilah yang menjadi penyebab semakin banyak orang yang positif virus corona karena mereka tidak menyadari telah berinteraksi dengan orang tanpa gejala yang poitif corona.

Kondisi tersebut bisa lebih berbahaya jika yang terinfeksi adalah mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah. Misalnya, orang yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit diabetes, gangguan pernapasan, hipertensi, hinga penyakit jantung. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, virus corona bisa berkembang pesat sehingga bisa mengancam jiwa.

Maka dari itu, pemerintah selalu mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan phisycal distancing. Jaga jarak memang sangat penting untuk dilakukan, terutama ketika berada di tempat umum. Hal ini mengingat bahwa kita tidak tau pasti, mana orang yang benar-benar sehat atau justru hanya terlihat sehat saja dari luar.

Yuk, lakukan physical distancing demi menghindari penularan COVID-19 dari orang-orang tanpa gejala dan selalu bawa Antis Hand Sanitizer untuk melindungi tangan dari paparan virus corona.

Email Print