Ayo Kenali Gejala Rubella, Sejak Dini
gejala rubella

Campak Jerman atau yang dikenal juga dengan rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella. Gejala rubella biasa ditemui pada anak-anak yang belum tervaksinasi, campak, gondok dan rubella. Namun, tak jarang pula kasus gejala rubella ditemui pada ibu hamil, hal ini tentu akan berdampak pada buah hatinya. Bayi yang dikandung beresiko mengalami kecacatan atau bahkan kematian.

Indonesia sendiri saat ini sedang melakukan berbagai penanganan virusĀ  dan gejala rubella. Adapun, seperti dikutip dari laman cnnindonesia.com vaksin rubella baru dimulai pada Januari 2017 yang menyasar pada anak-anak dan akan dilakukan di seluruh Pulau Jawa. Adapun rencananya pada tahun 2018, vaksin rubella akan diberlakukan di seluruh Indonesia. Hal ini dinilai agak terlambat jika dibanding dengan negara-negara maju lainnya seperti Amerika, yang telah terbebas dari cacar jerman sejak tahun 2015. Meskipun begitu, langkah yang diambil pemerintah ini perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa rubella tidak hanya menyerang anak-anak melainkan pula ibu hamil, maka imunisasi juga tidak hanya berlaku bagi anak-anak saja namun juga bagi perempuan dalam masa reproduksi. Pada anak-anak penderita rubella biasanya mengalami gejala-gejala yang lebih ringan jika dibandingkan dengan penderita dewasa. Akan tetapi, ada pula penderita rubella yang tidak mengalami gejala apa pun namun tetap dapat menularkan rubellla.

Adapun penyakit ini umumnya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 14-21 hari sejak terjadi pajanan hingga menimbulkan gejala. Untuk menghindari semakin banyak jatuhnya korban yang disebabkan oleh rubella, ada baiknya kita mengenali gejala-gejala umum yang disebabkan oleh virus tersebut. Berikut merupakan beberapa gejala umum yang rubella yang perlu di kenali:

  • Demam.
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Iritasi ringan pada mata.
  • Pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher
  • Tidak nafsu makan
  • Muncul ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan
  • Nyeri pada sendi, terutama pada penderita remaja wanita

Setelah kamu mengenali gejalanya ada baiknya jika kita mengetahui bagaimana metode penanganan rubella. Seperti dikutip dari laman resmi alodokter.com, rubella dinilai tidak memerlukan metode penanganan medis khusus. Adapun penanganan rubella dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya sendiri adalah untuk meringankan gejala, akan tetapi langkah penanganan ini bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella. Berikut beberapa langkah penanganan sederhana yang dapat dilakukan:

  • Lakukan istirahat sebanyak mungkin
  • Perbanyak minum air putih
  • Kurangi nyeri dan demam, dengan misalnya mengkonsumsi paracetamol
  • Minum air madu dan lemon untuk menringankan sakit tenggorakan dan hidung tersumbat.

Dengan mengenali gejala-gejala rubella dan langkah penanganan sederhananya, kita dapat lebih waspada dalam menghadapi serangan virus rubella. Melakukan pencegahan tentu lebih baik dibandingkan melakukan penanganan. Jadi kenali rubella sejak dini, dan lakukan penanganan sederhananya sesegera mungkin dengan selalu mencuci tangan dengan pembersih tangan dan bakteri serta jaga kebersihan higienis diri!

Email Print