Makanan Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah

Indonesia memang salah satu surganya kuliner di dunia. Bayangkan saja mulai dari Sabang hingga Merauke ada banyak jenis kuliner dengan berbagai jenis rasa dan cara memasak. Belum lagi terobosan menu  dan juga masuknya pengaruh kuliner luar negeri, semakin memperkaya jenis kuliner yang ada di Indonesia. Namun, tren kuliner yang semakin kaya ini ternyata membuat beberapa kuliner tenggelam, khususnya kuliner tradisional. Di artikel ini, akan dibahas kuliner tradisional apa saja yang saat ini sangat sulit untuk ditemui.

  1. Gulo Puan, Palembang

Berbahan dasar gula, Gulo Puan adalah satu kuliner khas Palembang yang sangat manis dan dulunya adalah makanan para raja. Pengolahannya pun cukup memakan waktu, yakin tiga sampai empat jam. Karena prosesnya yang cukup panjang, tidak mudah, dan bahan yang cukup sulit didapatkan, menyebabkan makanan ini jarang ditemukan.

  1. Bubur Bassang, Makassar

Berasal dari Sulawesi, makanan ini terbuat dari jagung pulen dan santan yang disajikan dalam bentuk bubur. Orang Makassar biasanya sarapan dengan menu ini. Namun saat ini penjual bubur Bassang ini sudah jarang ditemui dan memiliki sedikit peminat. Untuk itu beberapa orang memberikan inovasi seperti menambahkan topping cokelat hingga milo.

  1. Grontol, Jawa Tengah

Grontol sendiri terbuat dari jagung manis yang sudah dipipil dan ditaburi kelapa muda. Pengolahannya cukup sederhana, yaitu dengan merebus jagung, dipipil dan ditaburi kelapa serta gula pasir. Semakin ke sini, semakin sedikit peminat grontol jagung ini.

  1. Wedang Tahu Semarang

Tahu terkenal sebagai makanan pendamping nasi dan lauk, dinikmati biasanya sebagai sambal atau masakan lainnya. Namun, di Semarang ada minuman yang terbuat dari tahu, namanya Wedang Tahu. Kuliner ini terdiri dari sari kedelai yang direbus selama empat jam sampai menjadi bubur tahu, disajikan bersama wedang jahe. Minuman tradisional ini sudah jarang ditemui karena semakin sedikit orang yang menjualnya

  1. Kidu, Sumatera Utara

Kuliner ini tergolong ekstrem karena terbuat dari ulat pohon enau yang telah membusuk. Makanan khas dari suku Karo ini biasanya dijadikan menu utama pada acara tradisi setiap tahunnya. Kuliner ini kemudian tergolong langka karena menemukan bahan utamanya saja sulit, juga demikian dengan bumbu pelengkapnya. Memasaknya juga perlu tantangan, karena jika kamu salah memasak, maka yang memakannya bisa terkena sakit perut.

Dari beberapa kuliner tradisional  yang hampir punah di atas, yang mana yang sudah pernah kamu coba? Yuk  turut menjadi bagian masyarakat yang melestarikan kuliner tradisional. Jangan lupa juga untuk menjaga tangan tetap higienis selama mencoba kuliner tradisional ini, supaya kamu tidak gampang sakit karena kuman yang masuk ke tubuh. Gunakan selalu Antis Hand Sanitizer untuk mengantisipasi kuman nakal di tangan. Selamat hunting kuliner tradisional, Sahabat Antis!

Email Print